Langsung ke konten utama

Khalid bin Walid

NAMA : Alfiyani Nurul 'Ilmi
NIM : 04218037
Tugas CP1



KHALID BIN WALID
Sebelum masuk Islam Beliau merupakan seorang penjinak kuda yang cekatan dari suku Quraisy. Sehingga setelah masuk Islam Beliau dijadikan pemimpin tentara Islam karena Beliau ahli dalam siasat perang dari seluruh dunia Arab. Beliau diberi gelar oleh “Si Pedang Allah yang selalu terhunus”.
A.      SEBELUM MASUK ISLAM
Ø  Di suatu hari Khalid bin Walid berdialog dengan dirinya sendiri untuk merenungkan agama baru yang dibawa Nabi Muhammad, yang panji-panji kebenarannya selalu bertambah cemerlang dari hari ke hari. Ia memohon kepada Allah, supaya diberi petunjuk. Dan Khalid bin Walid pun diberi petunjuk oleh Allah, dan kemudian melakukan perjalanan dari Mekah ke Madinah.
Ø  Dalam perjalanan, Khalid bin Walid mengingingkan seseorang yang akan menjadi teman seperjalanan, kemudian Khalid bin Walid bertemu Utsman bin Thalhah.
Ø  Saat melanjutkan perjalanan, mereka berdua bertemu dengan ‘Amr bin ‘Ash di suatu dataran tinggi. Dan ternyata ‘Amr bin ‘Ash juga sedang melakukan perjalanan untuk menjumpai Rasul, dan hendak masuk Islam.
Ø  Merekapun berangkat bersama-sama dan sampai di kota Madinah di awal hari bulan Safar tahun 8H. Dan mereka langsung masuk Islam dengan mengucapkan syahadat yang haq.
B.      SETELAH MASUK ISLAM
Setelah Khalid bin Walid masuk Islam, Beliau berjanji setia (bai’at) kepada Rasulullah, dan meminta kepada Nabi Muhammad untuk memintakan ampun terhadap semua tindakan masa lalu yang menghalangi jalan Allah. Nabi Muhammad pun menjawab “sesungguhnya keislaman itu telah menghapuskan segala perbuatan yang lampau”. Tetapi Khalid bin Walid belum puas, masih takut kalau nanti Allah belum menghapus dosanya yang lampau dan akhirnya Nabi Muhammad mengucapkan sebuah do’a untuk Khalid bin Walid.
C.      PERANG MUKTAH
·         Pada Perang Muktah, ada 3 orang syuhada pahlawan Perang Muktah yang telah gugur dalam peperangan di tanah Syiria yaitu, Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin  Rawahah.
·         Setelah gugurnya 3 orang pahlawan tersebut, Nabi Muhammad berkata bahwa Perang Muktah akan diambil alih oleh suatu pedang dari pedang Allah. Dan Allah membukakan kemenangan di tangannya. Yang ternyata itu adalah Khalid bin Walid.
·         Saat Khalid bin Walid menjadi pemimpin pertempuran, korban dari pihak kaum muslimin banyak berjatuhan. Khalid bin Walid ingin menyelamatkan pasukan yang tersisa dengan merubah rencana dan langkah secepat kilat, yaitu dengan membagi pasukannya menjadi beberapa kelompok besar dan memberikan tugas pada sasaran masing-masing.
·         Akhirnya, pasukan Islam yang tersisa dapat meloloskan diri. Keberhasilan itu berkat keberanian, kecerdikan, dan kecerdikan Khalid bin Walid. Oleh sebab itu Rasulullah menganugerahkan gelar “Si Pedang Allah yang selalu terhunus”.
D.      MEMERANGI KAUM MURTAD
v  Pada perang pertama kaum muslimin dipimpin oleh Abu Bakar dan kaum muslimin mendapatkan kemengan besar. Tetapi para kaum muslimin tidak dapat beristirahat karena harus menghadapi pertempuran selanjutnya. Dan kaum muslimin melarang Abu Bakar untuk mengikuti pertempuran yang kedua ini, karena kaum murtad semakin merajalela dan nampaknya semakin berbahaya sehingga para sahabat yang lain tidak membolehkan Abu Bakar ikut, dan menyuruh Abu Bakar agar tetap di Madinah memimpin pemerintahan.
v  Setelah mendapat desakan dari para sahabat, akhirnya Abu Bakar tidak mengikuti pertempuran, dan mengangkat Khalid bin Walid untuk menjadi pemimpin perang kaum muslimin.
v  Khalid bin Walid pun menjalankan tugasnya, berpindah dari medan tempur ke medan pertempuran yang lain dan itu kaum muslimin yang mendapatkan kemenangan
v  Pertempuran terakhir berada di Yamamah, Bani Hanifah. Itu adalah pertempuran yang paling berbahaya. Pertempuran tersebut sangat sengit dan dari pihak kaum muslimin susul-menyusul berguguran. Dan hal itu membuat Khalid bin Walid memacu kudanya ke suatu tanah tinggi terdekat untuk mencari tahu titik lemah dari pasukannya.
v  Setelah menemukan titik lemah dari pasukannya Khalid bin Walid memanggil komandan-komandan teras dan sayap agar mentertibkan posisi masing-masing dan berteriak kepada pasukannya agar menunjukkan kelebihan dari setiap pasukan masing-masing.
v  Khalid bin Walid juga menggemakan tahlil dan takbir saat pertempuran. Dan dalam waktu singkat berubah, tadinya kaum muslimin banyak yang gugur tetapi berganti kaum murtad yang dipimpin oleh Musailamah gugur semua. Dan akhirnya pasukan kaum muslimin mendapatkan kemenangan.
E.       PERANG DENGAN PERSIA DI IRAK
*      Khalifah Abu Bakar memilih Khalid bin Walid untuk berangkat dengan pasukannya menuju Irak.
*      Khalid bin Walid memulai operasi militernya di Irak dengan mengirim surat-surat ke seluruh pembesar Kisra (Kaisar Persia) dan gubernur-gubernur di semua wilayah Irak dan kota-kotanya.
*      Setelah mendengar kabar jika balatentara persia telah berangkat, Khalid bin Walid dengan cepat pergi mempersiapkan pasukannya untuk menumpas kebathilan.
*      Kemenangan demi kemenangan di capai oleh pasukan Khalid bin Walid. Hal itu membuat bendera dan panji-panji Islam naik di Irak, karena telah melindungi dan menyelamatkan bangsa Irak yang tertindas dari para penjajah Persia
F.       PERANG YARMUK
ü  Khalifah Abu Bakar memerintah Khalid bin Walid untuk mengepalai seluruh pasukan Islam. Khalid bin Walid pun mematuhi perintah itu.
ü  Khalid bin Walid mempersiapkan tentaranya dengan membagi menjadi beberapa kesatuan besar. Mengatur taktik dan strategi untuk menyerang dan bertahan, agar dapat menandingi taktik Romawi.
ü  Pada saat perang, Khalid bin Walid mengerahkan 100 orang tentara untuk menyerbu sayap kiri Romawi yang jumlahnya 40 ribu orang. Dan itu dimenangkan tentara Islam.
ü  Pada saat peperangan berhenti, karena kagum akan kegigihan Khalid bin Walid, seorang panglima Romawi, Georgius mengundang Khalid bin Walid untuk bertemu dengannya, dan panglima tersebut bertanya mengapa Khalid bin Walid dinamai oleh Pedang Allah. Dan Khalid bin Walid pun menjawab pertanyaan itu.
ü  Setelah Khalid bin Walid menjawab, panglima tersebut meminta agar Khalid bin Walid mengajarkan Islam kepanya. Dan akhirnya pnglima tersebut masuk Islam.
ü  Saat kedua pasukan bertempur kembali, panglima tersebut berperang di pihak kaum muslimin.
ü  Saat Khalid bin Walid memimpin balatentara Islam, beliau dikejutkan dengan sebuah surat yang isinya  tercantum salam penghargaan “Al-Faruq” kepada seluruh pasukan Islam, serta berita berkabungnya terhadap Khalifah Abu Bakar As-Siddiq yang telah wafat, dan keputusan memberhentikan Khalid bin Walid sebagai pemimpin pasukan.
ü  Tetapi, Khalid bin Walid tetap meneruskan menjadi pemimpin pasukan, dengan menyembunyikan berita kematian Abu Bakar dan perintah-perintah Umar sampai pasukan Islam memenangkan pertempuran. Dan pertempuran pun dimenangkan oleh pasukan Islam dan bangsa Romawi telah mengundurkan diri.
G.     MENINGGALNYA KHALID BIN WALID
o   Saat Khalid bin Walid meninggal, Umar bin Khattab menangis sejadi-jadinya. Umar menangis bukan hanya kehilangan semata, tetapi juga karena lenyapnya kesempatan untuk mengangkat kembali Kahlid bin Walid menjadi pemimpin tentara Islam.
o   Semangat juang dan keharuman namanya akan selalu dikenang sepanjang masa.

Komentar