NAMA : Alfiyani Nurul 'Ilmi
NIM : 04218037
Tugas CP1
KHALID BIN WALID
Khalifah Abu Bakar memilih Khalid bin Walid untuk
berangkat dengan pasukannya menuju Irak.
Khalid bin Walid memulai operasi militernya di
Irak dengan mengirim surat-surat ke seluruh pembesar Kisra (Kaisar Persia) dan
gubernur-gubernur di semua wilayah Irak dan kota-kotanya.
Setelah mendengar kabar jika balatentara persia telah
berangkat, Khalid bin Walid dengan cepat pergi mempersiapkan pasukannya untuk
menumpas kebathilan.
Kemenangan demi kemenangan di capai oleh pasukan
Khalid bin Walid. Hal itu membuat bendera dan panji-panji Islam naik di Irak,
karena telah melindungi dan menyelamatkan bangsa Irak yang tertindas dari para
penjajah Persia
NIM : 04218037
Tugas CP1
KHALID BIN WALID
Sebelum masuk Islam Beliau merupakan seorang
penjinak kuda yang cekatan dari suku Quraisy. Sehingga setelah masuk Islam
Beliau dijadikan pemimpin tentara Islam karena Beliau ahli dalam siasat perang
dari seluruh dunia Arab. Beliau diberi gelar oleh “Si Pedang Allah yang selalu
terhunus”.
A.
SEBELUM MASUK ISLAM
Ø
Di suatu hari Khalid bin Walid berdialog dengan
dirinya sendiri untuk merenungkan agama baru yang dibawa Nabi Muhammad, yang
panji-panji kebenarannya selalu bertambah cemerlang dari hari ke hari. Ia
memohon kepada Allah, supaya diberi petunjuk. Dan Khalid bin Walid pun diberi
petunjuk oleh Allah, dan kemudian melakukan perjalanan dari Mekah ke Madinah.
Ø
Dalam perjalanan, Khalid bin Walid mengingingkan
seseorang yang akan menjadi teman seperjalanan, kemudian Khalid bin Walid
bertemu Utsman bin Thalhah.
Ø
Saat melanjutkan perjalanan, mereka berdua bertemu
dengan ‘Amr bin ‘Ash di suatu dataran tinggi. Dan ternyata ‘Amr bin ‘Ash juga
sedang melakukan perjalanan untuk menjumpai Rasul, dan hendak masuk Islam.
Ø
Merekapun berangkat bersama-sama dan sampai di
kota Madinah di awal hari bulan Safar tahun 8H. Dan mereka langsung masuk Islam
dengan mengucapkan syahadat yang haq.
B.
SETELAH MASUK ISLAM
Setelah Khalid bin Walid masuk Islam, Beliau
berjanji setia (bai’at) kepada Rasulullah, dan meminta kepada Nabi Muhammad
untuk memintakan ampun terhadap semua tindakan masa lalu yang menghalangi jalan
Allah. Nabi Muhammad pun menjawab “sesungguhnya keislaman itu telah
menghapuskan segala perbuatan yang lampau”. Tetapi Khalid bin Walid belum puas,
masih takut kalau nanti Allah belum menghapus dosanya yang lampau dan akhirnya
Nabi Muhammad mengucapkan sebuah do’a untuk Khalid bin Walid.
C.
PERANG MUKTAH
·
Pada Perang Muktah, ada 3 orang syuhada pahlawan
Perang Muktah yang telah gugur dalam peperangan di tanah Syiria yaitu, Zaid bin
Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah.
·
Setelah gugurnya 3 orang pahlawan tersebut, Nabi
Muhammad berkata bahwa Perang Muktah akan diambil alih oleh suatu pedang dari
pedang Allah. Dan Allah membukakan kemenangan di tangannya. Yang ternyata itu
adalah Khalid bin Walid.
·
Saat Khalid bin Walid menjadi pemimpin
pertempuran, korban dari pihak kaum muslimin banyak berjatuhan. Khalid bin
Walid ingin menyelamatkan pasukan yang tersisa dengan merubah rencana dan
langkah secepat kilat, yaitu dengan membagi pasukannya menjadi beberapa
kelompok besar dan memberikan tugas pada sasaran masing-masing.
·
Akhirnya, pasukan Islam yang tersisa dapat
meloloskan diri. Keberhasilan itu berkat keberanian, kecerdikan, dan kecerdikan
Khalid bin Walid. Oleh sebab itu Rasulullah menganugerahkan gelar “Si Pedang
Allah yang selalu terhunus”.
D.
MEMERANGI KAUM MURTAD
v Pada perang pertama
kaum muslimin dipimpin oleh Abu Bakar dan kaum muslimin mendapatkan kemengan
besar. Tetapi para kaum muslimin tidak dapat beristirahat karena harus
menghadapi pertempuran selanjutnya. Dan kaum muslimin melarang Abu Bakar untuk
mengikuti pertempuran yang kedua ini, karena kaum murtad semakin merajalela dan
nampaknya semakin berbahaya sehingga para sahabat yang lain tidak membolehkan
Abu Bakar ikut, dan menyuruh Abu Bakar agar tetap di Madinah memimpin
pemerintahan.
v
Setelah mendapat desakan dari para sahabat,
akhirnya Abu Bakar tidak mengikuti pertempuran, dan mengangkat Khalid bin Walid
untuk menjadi pemimpin perang kaum muslimin.
v
Khalid bin Walid pun menjalankan tugasnya,
berpindah dari medan tempur ke medan pertempuran yang lain dan itu kaum
muslimin yang mendapatkan kemenangan
v
Pertempuran terakhir berada di Yamamah, Bani
Hanifah. Itu adalah pertempuran yang paling berbahaya. Pertempuran tersebut
sangat sengit dan dari pihak kaum muslimin susul-menyusul berguguran. Dan hal
itu membuat Khalid bin Walid memacu kudanya ke suatu tanah tinggi terdekat
untuk mencari tahu titik lemah dari pasukannya.
v
Setelah menemukan titik lemah dari pasukannya
Khalid bin Walid memanggil komandan-komandan teras dan sayap agar mentertibkan
posisi masing-masing dan berteriak kepada pasukannya agar menunjukkan kelebihan
dari setiap pasukan masing-masing.
v
Khalid bin Walid juga menggemakan tahlil dan
takbir saat pertempuran. Dan dalam waktu singkat berubah, tadinya kaum muslimin
banyak yang gugur tetapi berganti kaum murtad yang dipimpin oleh Musailamah
gugur semua. Dan akhirnya pasukan kaum muslimin mendapatkan kemenangan.
E.
PERANG DENGAN PERSIA DI IRAK
F.
PERANG YARMUK
ü
Khalifah Abu Bakar memerintah Khalid bin Walid
untuk mengepalai seluruh pasukan Islam. Khalid bin Walid pun mematuhi perintah
itu.
ü
Khalid bin Walid mempersiapkan tentaranya dengan
membagi menjadi beberapa kesatuan besar. Mengatur taktik dan strategi untuk
menyerang dan bertahan, agar dapat menandingi taktik Romawi.
ü
Pada saat perang, Khalid bin Walid mengerahkan 100
orang tentara untuk menyerbu sayap kiri Romawi yang jumlahnya 40 ribu orang.
Dan itu dimenangkan tentara Islam.
ü
Pada saat peperangan berhenti, karena kagum akan
kegigihan Khalid bin Walid, seorang panglima Romawi, Georgius mengundang Khalid
bin Walid untuk bertemu dengannya, dan panglima tersebut bertanya mengapa
Khalid bin Walid dinamai oleh Pedang Allah. Dan Khalid bin Walid pun menjawab
pertanyaan itu.
ü
Setelah Khalid bin Walid menjawab, panglima tersebut
meminta agar Khalid bin Walid mengajarkan Islam kepanya. Dan akhirnya pnglima
tersebut masuk Islam.
ü
Saat kedua pasukan bertempur kembali, panglima
tersebut berperang di pihak kaum muslimin.
ü
Saat Khalid bin Walid memimpin balatentara Islam,
beliau dikejutkan dengan sebuah surat yang isinya tercantum salam penghargaan “Al-Faruq” kepada
seluruh pasukan Islam, serta berita berkabungnya terhadap Khalifah Abu Bakar
As-Siddiq yang telah wafat, dan keputusan memberhentikan Khalid bin Walid
sebagai pemimpin pasukan.
ü
Tetapi, Khalid bin Walid tetap meneruskan menjadi
pemimpin pasukan, dengan menyembunyikan berita kematian Abu Bakar dan
perintah-perintah Umar sampai pasukan Islam memenangkan pertempuran. Dan pertempuran
pun dimenangkan oleh pasukan Islam dan bangsa Romawi telah mengundurkan diri.
G.
MENINGGALNYA KHALID BIN WALID
o
Saat Khalid bin Walid meninggal, Umar bin Khattab
menangis sejadi-jadinya. Umar menangis bukan hanya kehilangan semata, tetapi
juga karena lenyapnya kesempatan untuk mengangkat kembali Kahlid bin Walid
menjadi pemimpin tentara Islam.
o
Semangat juang dan keharuman namanya akan selalu
dikenang sepanjang masa.
Komentar
Posting Komentar